Senin, 24 Agustus 2015

Our First Love (Introduction casts & Prolog)





Title : Our First Love
Author : HannaByun_ss
Main cast : Kim TaeYeon SNSD – Byun BaekHyun EXO – Jung Jessica SNSD
Support cast : Yoon BoMi Apink – Park ChanYeol EXO – Kim JiWoong
Length : chapter
Rating : PG-16
Genre : School life, rommance, sad (maybe)



Note : haaiiii... ini FF chapter pertamaku. Kalo nggak ada respon banyak, berarti aku gagal bikin FF chapter, jadi nggak akan aku lanjut yaaa.. oh ya, Cuma mau kasih tau dikit tentang nih prolog, soalnya prolog ini aku buat berdasarkan pengalaman cintaku sendiri. Mian kalo biasa aja..
Oke Happy Reading... ^^

Introduction cast :
Kim TaeYeon

Yeoja berperawakan manis dan mungil. Ia memiliki cinta pertamanya yaitu Byun BaekHyun yang satu sekolah dengan tetangga sekaligus teman kecilnya, Jung Jessica. Ia selalu merasa bodoh jika berada di dekat BaekHyun, padahal itu adalah pertemuan pertama mereka semenjak 6 tahun yang lalu. Suka merasa cemburu pada Jessica, karena Jessica anak pintar yang ia anggap pantas bersanding dengan BaekHyun yang juga murid pintar di sekolah terkenal di Seoul.



Byun BaekHyun

Namja tampan bersuara bass, diam-diam ia masih memendam rasa pada teman semasa sekolah dasar dulu, Kim TaeYeon. Menjadi teman baik Jessica karena berada di sekolah dan kelas yang sama dengannya. Selalu minta pendapat Jessica tentang hubungannya dengan TaeYeon.





Jung Jessica

Teman kecil Taeyeon, dulu saat satu sekolah di taman kanak-kanak mereka sangat dekat. Tidak lagi begitu dekat saat mereka sibuk dengan sekolahnya yang selalu berbeda. Berperawakan cantik, baik, dan lemah lembut yang telah menurun dari orang tuanya. Dekat sekali dengan BaekHyun karena duduk satu meja dan bertempat les yang sama dengannya pada awal semester ke 4 di sekolah menengah atas. Selalu merasa menjadi penghubung antara TaeYeon dan BaekHyun.


Yoon BoMi

Teman sekelas BaekYeon sewaktu di sekolah dasar, dan menjadi teman sekelas BaekHyun di sekolah menengah atas. Diam-diam menyukai BaekHyun. Dan semakin mempererat hubungan dengan BaekHyun saat melihat TaeYeon dan BaekHyun bersama di festival budaya yang diadakan sekolahnya.


Park ChanYeol

Namja tinggi dengan suara berat. Teman BaekYeon waktu sekolah dasar, dan menjadi teman satu sekolah dengan BaekHyun di sekolah menengah pertama dan atas. Dan menjadi teman satu les TaeYeon. Selalu menggoda TaeYeon saat di tempat les.



Kim JiWoong

Kakak laki-laki TaeYeon yang pemarah tapi sebenarnya sangat menyayangi TaeYeon. Selalu mempermalukan TaeYeon di depan teman-teman TaeYeon. Kurang menyukai hubungan BaekYeon.



PROLOG

Taeyeon POV

haaahhh..
kenapa hari ini begitu melelahkan bagiku, padahal aku memang terbiasa pulang jam segini, walaupun hari ini memang hari sabtu, ada tambahan ekstrakulikuler di sekolahku sehabis pulang sekolah. Tapi aku menyukai ekstrakulikulerku itu, aku dengan senang hati mengikutinya, jadi ku rasa bukan itu penyebabnya aku terlalu lelah hari ini.
Ya, aku Kim TaeYeon. Aku murid biasa di sekolah menengah atas di daerah Gwacheon, sebelah selatan Kota Seoul. Aku baru saja turun dari bus yang mengantarku ke rumah nyamanku. Aku ingin cepat-cepat sampai rumah. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk sampai ke rumahku dengan berjalan kaki setelah turun dari bus itu.

Bruuumm.. chhiiitt...
Entah apa yang membawa kepalaku untuk menoleh kearah rumah bercat tembok orange itu ketika sebuah sepeda motor berhenti tepat di depannya. Aku melihat dia turun dari sepeda motor itu. Siapa kali ini yg mengatarnya pulang? Ya, dia adalah tetanggaku. Rumah kami jelas bersebelahan. Namanya Jessica, Jung Jessica. Kami teman sejak kecil, dulu kami bersekolah taman kanak-kanak dan les di tempat yang sama. Ya, hanya taman kanak-kanak, setelah itu sekolah kami selalu berbeda. Dan itulah yang menyebabkan kami tidak begitu dekat lagi sampai sekarang. Hanya kalau kami sedang berpapasan saja kami saling mengulas senyum dan mengobrol sebentar, itupun hanya menanyakan soal kabar satu sama lain. Dia adalah orang yang pendiam, tidak mudah bergaul, bahkan waktu di taman kanak-kanak, dia selalu menempel padaku dan tidak berani bermain dengan teman lainnya kalau tidak ada aku disana. Dulu aku percaya dia tidak akan pernah punya pacar sampai dia duduk di sekolah menengah atas, tapi dugaanku salah, dia sudah pernah berpacaran waktu masih di menengah pertama. Dan sudah bergonta-ganti pacar beberapa kali. Terbukti dengan yang mengantarnya pulang kali ini bukan orang yang aku lihat waktu itu. Walaupun pria itu memakai helm, tapi aku masih mengingat jelas perawakan pria yang mangantarnya waktu itu.

"Ne, itu rumahnya." katanya pada pria itu sambil menunjuk ke arah rumahku. APA?! Rumahku? apa aku tidak salah lihat? Jessica menunjuk rumahku pada pria itu?

Aku jadi penasaran, siapa pria itu? Kenapa Jessica menunjuk rumahku? Seakan seperti pria itu yang menanyakan rumahku padanya. Jadi kuputuskan untuk memperlambat langkahku dan menguping sebentar.

"Kalau begitu aku pulang dulu. Gomawo sudah mau pulang bersamaku." kata pria itu.

"Aiisshh.. harusnya aku yang berterima kasih padamu karena sudah mengantarku pulang."

"Hahaahha.. yasudah, aku pulang sekarang, ne. Anyeong.." kata pria itu sambil melambaikan tangannya.

"Tidak mau mampir dulu? Barangkali saja dia memang belum pulang. Tunggu saja di rumahku."

"Ah..., kurasa tidak perlu. Lain kali saja bagaimana?"

"Ne, arraseo! Berarti lain kali kau harus menunggu, ne?"

"Ne, pasti!" balas pria itu. Dengan cepat pria itu menyalakan mesin motornya. "Anyeong..!" lanjutnya.

Jessica hanya balas melambaikan tangannya pada pria itu dan mengatakan kata 'anyeong' tanpa suara itu.

Mata Jessica tidak berhenti memandang punggung pria itu sampai akhirnya matanya menangkap sosokku yang tanpa kusadari telah mematung sambil terus memerhatikan Jessica dari jarak yang tidak terbilang jauh, hanya sepuluh langkah mungkin.

"Oh!" mata Jessica terbelalak melihatku. "Taeyeon-ah? Sejak kapan kau berada di situ?" tanyanya kemudian padaku. Ternyata dia benar-benar tidak menyadari aku sejak tadi. Lalu ia berjalan sedikit cepat ke arahku.

Aku diam saja tidak membalas perkataanya, sampai aku tersadar kalau Sica sudah berada tepat satu langkah di depanku sekarang, "Ah? m.., b-baru saja. Aku hanya melihatmu turun dari motor pria itu." jawabku gugup, takut ketahuan kalau sedari tadi aku menguping pembicaraan mereka.

"Ah jinja? Kau melihatnya?" tanyanya sedikit antusias.

"N-ne. Apa pria itu temanmu?" kataku sambil mengulas senyum kikuk, "wooaahh, ternyata kau benar-benar gadis pemberani sekarang. Bahkan sekarang kau tidak takut untuk berhubungan dengan seorang pria." lanjutku. Aissshh.., bicara apa kau ini Kim TaeYeon?

"Oh?! Kau benar-benar melihat kami?" tanyanya lebih antusias lagi.

"Ne tentu saja." tanya ku heran. Kenapa dia seantusias itu?

"Kau benar melihatnya tapi kau tudak tahu siapa namja itu?!" tanyanya lebih menggebu-gebu.

Hah?! Bicara apa dia? Jelas saja aku tidak mengetahuinya. Memangnya aku mengenal teman-temannya? Sekolah kami saja berbeda.

"Tentu saja aku tidak tahu. Wae?" tanyaku penasaran.

Kulihat dia membuang napasnya kecewa, "Dia itu BaekHyun. Byun BaekHyun!" katanya yang sukses membuatku membuka mulutku kaget.

A-apa?! dia menyebut siapa tadi? Pria itu.....?

Seperti sudah tahu aku mengatakan apa, dia melanjukan perkataannya, "Ne! Kau tidak mengenali perawakannya? Dia BaekHyun."

Serasa tersambar petir, jantungku berdegup sangat kencang. Ya, namja itu adalah cinta pertamaku dulu waktu di sekolah dasar.

-flashback on-

Awalnya aku tidak terlalu menganggap dia ada, walaupun kami selalu berada di kelas yang sama. Itu semua karena aku salalu bermain dengan murid perempuan. Sampai pertengahan kelas 4 sekolah dasar, seorang namja yang sepertinya teman dekat BaekHyun memberi tahuku kalau ia menyukaiku. Tahu akan hal itu, dengan polosnya aku ikut-ikutan menyukainya. Aneh nya rasa suka itu terus berlanjut. Rasa itu semakin berkembang saat aku selalu bermain bersamanya waktu jam pelajaran olahraga, istirahat, bahkan saat pulang sekolah sebelum kami benar-benar pulang dari sekolah. Aku bahkan mencari tahu tentangnya lewat pengamatanku. Aku sampai mengetahui kalau dia itu cukup populer dikalangan murid perempuan, mengetahui kalau ia selalu membuang pinggiran roti tawar saat ia membawanya ke sekolah, tahu kalau ternyata adiknya juga bersekolah di tempat yang sama dengan kami, dan masih banyak lagi. Sampai pada saat hubungan kami -yang tidak berstatus pacaran itu dan hanya sekedar saling suka- terdengar oleh wali kelas, kami malah ditaruh duduk bersebelahan, dengan meja kami yang berada di deretan paling belakang dekat mading kelas.

Sampai hari itu tiba, dimana hari pertama kami di kelas 6, seperti biasanya, aku menunggunya di dekat gerbang sekolah. Bel masuk hampir berbunyi, aku tetap menunggunya. 'mungkin dia telat hari ini' pikirku waktu itu. Mungkin aku akan terus memikirkannya yang tidak kunjung datang di hari itu kalau bukan salah satu temanku yang menepuk pundakku dari belakang.

"Kenapa terus berdiam di sini? Bel sebentar lagi akan berbunyi. Kajja masuk bersama!" ajaknya yang sukses membuatku mengikuti langkahnya pergi ke kelas.

"Ya Taeyeon! Kudengar sepertinya Byun BaekHyun pindah sekolah ke Seoul." katanya kemudian sambil terus melangkah menuju kelas bersama.

Tubuhku menegang saat temanku berkata begitu padaku. Siapa yang ia bilang pindah barusan? Byun...? Tentu saja aku tidak salah dengar, karena sedetik kemudian temanku langsung melanjutkan kalimatnya lagi,

"Dia pindah sekolah ke sana untuk mengincar Anyang Science Junior High School di Anyang. Karena yang kudengar katanya sekolah itu sulit dimasuki. Hanya anak pintar dengan nilai yang tinggi saja yang dapat masuk ke sekolah itu. Dan dengan kita bersekolah dasar di Seoul, maka membuka peluang kita bisa masuk sekolah Anyang itu dengan mudah tanpa harus mencapai nilai tinggu. Katanya sih sekolah itu mengutamakan murid-murid pintar lulusan sekolah dasar dari Seoul untuk masuk ke dalamnya. Apalagi sudah kita ketahui, nilai BaekHyun selama ini selalu berada di peringkat nomor 3, kurasa dia akan berhasil masuk Anyang Science Junior High School itu nantinya." jelas temanku itu panjang lebar.

Mollaseo..., aku mendengar semua perkataan temanku dengan baik atau tidak, karena sedari tadi pikiranku hanya pada sosok Byun BaekHyun yang selalu aku lihat setiap paginya. Tapi itu tidak mungkin terjadi lagi, karena dia sudah pergi meninggalkanku tanpa pamit untuk meraih cita-citanya.

Tapi yang terpenting bagiku, aku cukup lega karena dia hanya pindah sekolah, tidak pindah rumah. Rumahnya masih yang dulu, masih sama seperti yang aku ketahui dulu. Sampai akhirnya aku duduk di bangku sekolah menengah pertama, singkat cerita kami kembali berhubungan lewat sosial media dan saling bertukar nomor handphone. Jadi kami kembali bisa mengobrol seperti dulu. Dan tepat seperti dugaan temanku dulu, dia berhasil masuk ke sekolah Anyang Science Junior High School dengan nilai yang tinggi. Dan aku masuk ke sekolah swasta dekat rumahku yang hanya menghabiskan waktu 10 menit untuk sampai dengan berjalan kaki.

Walaupun kami selalu berhubungan, kami tidak pernah bertemu secara langsung. Sampai ia benar-benar menyatakan cintanya padaku pada tanggal 16 Januari 2011 hanya dengan lewat pesan dari handphone. Dia bilang dia masih menyukainku dan mengajakku berpacaran. Akhirnya kami berpacaran, dan lagi-lagi hanya lewat pesan. Kami tidak pernah benar-benar bertemu satu sama lain. Mungkin pernah dia bilang ingin bertemu denganku, tapi aku cepat-cepat mencegahnya. Mengingat sebenarnya aku dilarang berpacaran dengan kedua orangtuaku. Alasannya simple, karena tidak ingin membuat nilaiku menurun salama bersekolah. Ya, kami berpacaran diam-diam, tanpa orangtuaku mengetahuinya. Sampai pada akhirnya hubungan kami putus pada bulan keempat sejak kami pertama resmi menjadi pacar, yaitu 26 April, tidak lama setelah ulang tahunnya yang ke 14 pada 17 April. Alasannya karena kami tidak pernah bertemu satu sama lain dan sering lose contact beberapa minggu terakhir. Ingin rasanya aku menangis, tapi air mataku tidak kunjung turun. Aneh. Sebenarnya aku sedih atau tidak?

Tapi hubungan kami tidak terputus sama sekali, dengan baik hatinya dia mau terus membalas pesanku walaupun status kami sekarang hanyalah teman. Sampai kami menginjak sekolah menengah atas, dia kembali berhasil mendapatkan sekolah Seoul Performing Art High School (SOPA) yang berada di Seoul dengan nilai yang tinggi juga. Aku? Aku hanya berhasil masuk ke sekolah biasa.

Aku pernah sempat dengar kalau ternyata tetanggaku Jessica masuk ke sekolah SOPA, yang berarti satu sekolah dengan BaekHyun. Tapi aku tidak tahu kalau mereka ternyata juga berada di kelas yang sama. Aku tidak tahu Jessica mendengar dari siapa, tapi dia mengetahui kalau aku pernah menjadi yeojachingu dari seorang Byun Baekhyun. Sejak saat itu, dia selalu menggodaku ketika kami saling bertemu. Jessica gadis cantik, aku tahu itu sejak lama, tidak sombong dan lemah lembut, tidak jarang aku sempat khawatir kalau mereka bisa saling mengenal dan menjadi dekat.

flashback off

Seperti sekarang ini, kekhawatiranku akhirnya berwujud dengan mereka pulang bersama. Hatiku langsung mencelos saat tahu kalau namja tadi adalah namja yang masih aku cintai sampai sekarang.

Tersadar dari lamunanku yang aku tidak tahu sudah berapa lama ketika petikan jari lentik Jessica terdengar dari depan wajahku.

"Kau kenapa malah bengong?"

"W-wae?"

"Aiiisshhh Kim TaeYeon! Kau masih tidak sadarkan diri rupanya?"

Jelas saja aku bengong sejak tadi, apa dia tidak menyadari kalau saat ini aku sedang cemburu padanya? Kenapa bisa-bisanya dia pulang bersama namja itu, padahal ia tahu betul perasaanku pada namja itu, tapi masih saja berani pulang bersamanya. Aaaiiisshhh...!!!! Kau sungguh tidak pantas bicara seperti itu Kim TaeYeon! Memang kau ini siapanya namja itu? Kau bukan lagi yeojachingunya, berhentilah merutuki teman sejak kecilmu itu. Dia tidak bersalah sama sekali.

"M-mianhaeyo.." jawabku sambil menundukan wajahku.

Dia membuang napas pendeknya lalu tersenyum, "Aku tahu kau pasti sangat kaget," aku kembali tertunduk, "tapi asal kau tahu, dia yang mengajakku pulang bersama."

Bagai disambar petir, aku mengangkat kepalaku seketika mendengar ucapannya. Jadi benar, mereka sekarang telah menjalin hubungan. Apa Jessica benar-benar menerima BaekHyun? Sepertinya benar, terbukti kalau mereka pulang bersama tadi. Rasanya air mataku akan jatuh saat itu juga kalau ia tidak kembali berucap,

"aahhh..., tapi kau jangan salah sangka. Hubungan kami hanya teman." jelasnya. Benarkah? Haruskah aku mempercayainya? "Tapi memang benar dia yang meminta pulang bersama dengaku. Padahal aku sudah menolaknya dengan alasan pacarku akan menjemput,"

Hancur sudah, sepertinya BaekHyun sudah benar-benar terpana oleh wajah cantik dan hati baiknya Jessica. Aku kembali menundukan wajahku lebih dalam lagi, aku malu menampilkan wajahku yang sangat jelek ini dihadapannya. Walaupun kau tidak menyukainya, tapi BaekHyunlah yang menyukaimu. Fakta itu lebih sakit rupanya.

"Dengan alasan dia ingin melihat rumahmu, syukur-syukur bisa bertemu denganmu. Aku pernah bilang padanya kalau rumah kita bersebelahan. Dia langsung antusias ketika tahu fakta itu. Hahahahahah...." jelasnya lagi yang sontak membuatku kembali terkaget-kaget.

Apa yang barusan dia katakan itu benar? Aku tidak salah dengar, kan? Dia benar bilang kalau BaekHyun ingin bertemu denganku? Setelah selama ini? Setelah kami berpisah salama 6 tahun ini? God...!!

"Waaaahhh.. pipimu merah sekali Taeyeon-ah! Kau juga masih suka padanya ya? Aku harap kalian bisa berhubungan lagi. Kurasa BaekHyun masih sungguh mengharapkanmu." aku hanya diam seribu bahasa. "Taeyeon-ah! Aku tahu kau masih suka berkirim pesan dengannya, beranikan dirimu untuk mengajaknya pergi duluan. BaekHyun orang yang baik, dia pasti akan menerima ajakanmu itu. Percayalah padaku!"

Aku sungguh sedang mencerna perkataannya barusan. Apa harus aku yang pertama kali mengajaknya? Aku tidak percaya diri. Ottokhe????

"Kalau begitu aku masuk dulu, ne. Jangan lupa perkataanku tadi. Otte? Annyeong...." katanya sambil melambai lalu berlari memasuki rumahnya. Aku masih diam tanpa memasang ekspresi sama sekali sampai ia berlalu masuk ke rumahnya. Apa aku harus????


*   *   *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar